Ternyata... lama juga aku gak up date... males opo males??? Gak sempat। Alasan। Banyak pesanan juga. Alasan lagi. Ngurusi anak, banyak ulangan, banyak tugas. Alasan juga. Belum yang lain-lain. Apa? Beres-beres rumah (boong!), pergi sama genk strada (just 4 relationship). Yo wis pokoke kayak sedikit anti gitu lho kalo musti nyambangi blog-e dewe.
Banyak tanggunganku di komputer ini. Urusan data tabungan ibu-ibu Strada gak kelar-kelar. Kadang harus bertatap muka saja demi pendampingan anak; yang bikin soal latihan (biar serasa soal sungguhan ;-)), tugas internet. Belum lagi kalo Xti-nya cerewet. Browsing gak cukup 1-2 jam. Atau hanya demi urusan perbankan, Bayar ini, bayar itu. Saking malesnya, pernah kelupaan bayar tagihan. Yang ada diomelin suami deh... Wis digawe gampang malah dadi angel!
Omong-omong soal internet banking, kena juga deh sama petugas bank, gara-gara wis gak tau dolan ke bank so sudah hampir 3 tahun gak pernah cetak transaksi di buku. Sampai bulan lalu, ketika dengan sangat terpaksa harus datang langsung ke bank, mbaknya customer service senyum-senyum sambil bilang sudah berapa tahun tidak print? Malu sih enggak, jadi mikir saja; emang harus ya rutin cetak buku?
So, sekarang merasa 'butuh' lagi. Xti sudah kelas 3 dan pulang siang dan terutama sejak sebulan y.l. sakit gara-gara kebanyakan order kue ;-)
Sudah waktunya berkolaborasi lagi dengan blog-ku dewe. Jangan anget-anget tai ayam.
Pepaya, mangga, pisang, jambu. Dibawa dari Pasar Minggu. Di sana banyak penjualnya dan juga banyak pembelinya....
Senin, 09 Maret 2009
Minggu, 20 April 2008
Hari Kartini
Besok hari Senin, seperti biasa ada upacara bendera. Bukan aku, tapi Xti yang upacara. Kebetulan pas tanggal 21 April. Hari Kartini. Untuk Xti yang baru kelas 2 SD tidak ada yang neko-neko. Cukup latihan lagu Ibu Kita Kartini hari Sabtu kemarin. Tapi ternyata aku jadi ikut "heboh" dalam rangka hari Kartini besok. Bukan tentang Xti. Tapi tentang Vina, kakak Henry teman Xti; yang sekolah di SMP Tarakanita yang notabene adalah sekolah khusus anak perempuan alias cewek alias wedok alias wadon, besok kudu harus wajib pakai kebaya. Ceritanya, sang mama kebingungan cari kebaya untuk si putri sulungnya. Aku maklum banget kalau beliau tidak prepare kebaya di rumahnya. Banyak faktor; satu, asal dari Bangka. Dua, keluarga keturunan Cina. Tiga, gak nyangka gitu lho kalau musti berkebaya. Sejak aku tinggal di Jakarta memang belum pernah aku melihat ada sekolah yang mengharuskan berkebaya di hari Kartini. Mungkin ada, tapi hanya dalam hitungan jari.
Si mama sudah usahakan, tapi ternyata kalau gak kekecilan ya kedodoran. Akhirnya aku ikut bongkar-bongkar baju. Seingatku kebaya wisudaku aku boyong juga ke Jakarta. Tapi gak ada juga. Satu-satunya yang lumayan gak kedodoran di badan Vina ya kebayaku pas pernikahan di Gereja. Dulu beratku cuma 47 kg. langsing ya?
Niatnya sih, kebaya mau disimpan untuk Xti nanti kalau sudah gede. Aku pikir-pikir lagi, kayaknya gak problem deh kalau dipinjam dulu, toh belum tentu nasib kebayaku baik-baik saja saat Xti dewasa nanti. Yang penting Xti bisa baik-baik saja dan siap menjadi perempuan masa depan sebaik-baiknya. Baik Bu!
Si mama sudah usahakan, tapi ternyata kalau gak kekecilan ya kedodoran. Akhirnya aku ikut bongkar-bongkar baju. Seingatku kebaya wisudaku aku boyong juga ke Jakarta. Tapi gak ada juga. Satu-satunya yang lumayan gak kedodoran di badan Vina ya kebayaku pas pernikahan di Gereja. Dulu beratku cuma 47 kg. langsing ya?
Niatnya sih, kebaya mau disimpan untuk Xti nanti kalau sudah gede. Aku pikir-pikir lagi, kayaknya gak problem deh kalau dipinjam dulu, toh belum tentu nasib kebayaku baik-baik saja saat Xti dewasa nanti. Yang penting Xti bisa baik-baik saja dan siap menjadi perempuan masa depan sebaik-baiknya. Baik Bu!
Selasa, 08 April 2008
Bikin Kue lagi...
Setelah seminggu kemarin digeber pesenan kue ultah bentuk hati untuk para suami (heran deh, kok para suami teman-temanku itu ulang tahun bisa cuma beda hari saja sih?? Janjian kali ya...) giliran minggu ini "teken kontrak" bikin kue potong. Mumpung ada hari kosong, benar-benar kupakai untuk ...tidur! Masalah lagi, kalau kue yang dipesan judulnya itu-itu saja. Wah, bete jugalah aku ini! Kayak gak ada tantangan gitu. Bosen. Eneg juga. Bahkan terkadang hilang selera makanku. Hihihi... kok kayak cerita tentang sesuatu yang nggilani ya? Belum lagi kalau serasa kehabisan waktu, ibarat bikin laporan yang kena dead line gitu deh! Tapi ya tetep saja kujalani, ta'lakoni, lha menghasilkan juga sih, hehe...
Tapi jangan harap di rumahku selalu berlimpah ruah kue dan makanan. Bahkan suamiku pernah protes, "Tukang bikin kue kok di rumah gak pernah ada kue?" Ya habis mau bagaimana lagi, kalau pesanannya dihitung per-loyang, masak ya mau kucuil or kucemol untuk persediaan di rumah? Gak mungkin banggetlah...
Tapi jangan harap di rumahku selalu berlimpah ruah kue dan makanan. Bahkan suamiku pernah protes, "Tukang bikin kue kok di rumah gak pernah ada kue?" Ya habis mau bagaimana lagi, kalau pesanannya dihitung per-loyang, masak ya mau kucuil or kucemol untuk persediaan di rumah? Gak mungkin banggetlah...
Langganan:
Postingan (Atom)