Sebenarnya lomba menghias telur Paskah sudah lewat, 1 minggu yang lalu. Tapi pengumuman dari bu guru baru hari Jumat kemarin. Xti seneng soalnya dia menang, peri telur Paskahnya juara satu. Padahal ada hasil karya lain yang lebih bagus. Usut punya usut, ternyata kreasi si teman sudah 'jadi' dari rumah. Alhasil batal deh menang. Sebenarnya ada beberapa bagian dari 'peri'nya yang dibantuin sama maknya. Badan. Tapi mungkin karena dia jujur sama bu guru merupakan point plus buat hasil karyanya. Hadiahnya tergolong biasa saja, tapi istimewa buat dia, diary dengan icon si cutie Barbie. Isi diary-nya bukan tentang dirinya, tapi tentang semua teman-teman di kelas, terutama yang sakit (kayak buku absensi aja...). Si Ini gak masuk sekolah karena sakit flu, si Anu sakit kepala, si... siapalah diare sejak dari rumah.
Sampai hari ini, peri-peri itu (Xti bikin 2 peri) belum dibongkarnya. Masalahnya, umur telur rebusnya sudah 2 minggu. Sudah pasti basi. Sudah pasti bakal dibuanglah. Tapi kapan? Xti masih belum tega. Ya sudahlah...
Pepaya, mangga, pisang, jambu. Dibawa dari Pasar Minggu. Di sana banyak penjualnya dan juga banyak pembelinya....
Selasa, 08 April 2008
Rabu, 26 Maret 2008
Semangat Baru vs Baru Semangat
Libur mid semester diimbuhi libur Paskah cukup membuat Xti 'kangen' ke sekolah (yang jelas ya kangen teman-teman dan Bu Yuni, impossible kalau kangen "untuk" sekolah, lha wong ulangan mid saja baru kelar 2 hari sebelum terima rapor bayangan, berarti dia baru bisa bernafas lega 2 hari sebelum masuk masa libur, itu berarti pula dia baru bebas dari karantina belajar yang ketat). Bayangkan, semalam saja, dia susah tidur seolah-olah paginya harus berangkat sekolah untuk pertama kali. Dengan cerewet (kayak aku, hehe...) plus sedikit gemas juga gusar dia bilang, "ibuu..., aku nggak sabar pengin cepet pagi dan berangkat ke sekolah... Aduh, teman-temanku bagaimana ya? Sekolahku masih sama nggak ya? Besok aku pakai baju warna apa ya, bu? Besok bangunin aku ya bu, aku janji deh gak akan rewel kalo dibangunin... dan bla bla bla.. " masih panjang lagi daftar cerecehan (artinya: suara monyet dalam pelajaran bahasa Indonesia anakku, hihihi...). Norak nggak sih? Dulu aku waktu kecil juga suka norak kalau mau diajak jalan-jalan ke luar kota, tapi kalau hanya menyongsong hari esok setelah libur yang tidak panjang (buatku libur panjang hanya kenaikan kelas saja) kayaknya nggak segitunya deh!
Alhasil setelah dengan susah payah kita berdua (bapaknya sampai ikut turun tangan hanya untuk 'memaksa' Xti merem dan tertidur... jam 1 pagi!!!) sukses mengantarnya ke alam mimpi... mimpi beneran atau nggak ya mene ke tehe, hehehe....
Surprisenya, dengan jam tidur yang cukup singkat untuk bocah umur 7 tahun, Xti benar-benar bisa bangun pagi tanpa rewel, tidak sedikitpun! Karena sering dia dapat diskon penuh untuk membuat laporan ke bapaknya jika cuma 'sekedar' rewel yang tidak berarti 'beban' buatku). Bahkan hari ini bukan saja semangat ke sekolah, tapi tumben banget dia juga semangat '45 berangkat les biola jam 2 siang!! Malah ibunya yang sedikit loyo karena ngantuk berat. Kalau nggak demi anak dan demi uang (matrek banget sih, hihihi...) yang harus berpindah tangan ke pihak Concillio, pilih bobok siang deh!
Boleh juga semangat Xti hari ini, boleh dipuji, boleh ditiru, boleh (baca:harus) diteruskan. Boleh deh!
Alhasil setelah dengan susah payah kita berdua (bapaknya sampai ikut turun tangan hanya untuk 'memaksa' Xti merem dan tertidur... jam 1 pagi!!!) sukses mengantarnya ke alam mimpi... mimpi beneran atau nggak ya mene ke tehe, hehehe....
Surprisenya, dengan jam tidur yang cukup singkat untuk bocah umur 7 tahun, Xti benar-benar bisa bangun pagi tanpa rewel, tidak sedikitpun! Karena sering dia dapat diskon penuh untuk membuat laporan ke bapaknya jika cuma 'sekedar' rewel yang tidak berarti 'beban' buatku). Bahkan hari ini bukan saja semangat ke sekolah, tapi tumben banget dia juga semangat '45 berangkat les biola jam 2 siang!! Malah ibunya yang sedikit loyo karena ngantuk berat. Kalau nggak demi anak dan demi uang (matrek banget sih, hihihi...) yang harus berpindah tangan ke pihak Concillio, pilih bobok siang deh!
Boleh juga semangat Xti hari ini, boleh dipuji, boleh ditiru, boleh (baca:harus) diteruskan. Boleh deh!
Minggu, 23 Maret 2008
Minggu Paskah
Semalam semua tidur lewat tengah malam. Sudah masuk hari Minggu. Entah ada apa dengan Xti, dia ketakutan sendiri, padahal ibunya sudah ngantuk berat! Itu pasti gara-gara bapaknya sering cerita tentang Smeagol (mahluk kerdil menakutkan di film The Lord of The Ring). Padahal semua sepakat ikut misa anak-anak Minggu pagi. Xti masih sedikit rewel waktu bangun (baca:dibangunkan). Sudah bagus dia bisa mengurus dirinya sendiri setelah mandi.Pasti juga karena hari ini anak-anak boleh duduk tepat di depan altar dan boleh membawa persembahan sendiri yang membuat dia ada tambahan semangat. Bahkan ketika frater memberi tanya jawab, saya dan bapaknya sempat membahas apa Xti ikutan berebut menjawab. Saya bilang gak mungkin, karena saya tahu Xti biasanya EGP (emang gue pikirin). Sementara ketika mendengar beberapa anak yang diberi kesempatan menjawab saya serasa mendengar suara Xti. Tapi gak mungkin bangetlah. Selesai misa, dengan bangganya Xti menunjukkan hadiah hasil dia menjawab, nah lho! Mengapa ibunya ini tadi underestimate gitu ya? Tapi apapun itu, ibu bangga kok nduk! Selamat Paskah!
Langganan:
Postingan (Atom)