Jumat, 27 Maret 2009

PIZZA ala Kristi

Kemarin, pas libur Nyepi aku dan Kristi bikin pizza lho...!
Persiapan bahan dibantu Kristi: olive oil, pasta tomat kalengan, paprika slice, bombay, daging cincang, sosis, daging asap, jamur, dan mozarella. Pembuatan hampir sepenuhnya dilakukan Kristi (kulit pizzanya beli jadi sih...), aku hanya komentar kurang gini, tambahin itu. Terakhir: bagian memanggang (ya wis kudu aku, lha wong lebih gedhe oven dari pada dia!!!).
Hasilnya? Taraaa....

Rabu, 25 Maret 2009

Bazaar Strada

Dalam rangka HUT Strada (sekolah Xti), Strada Wiyatasana (SD yang di Pejaten) bikin gawe: lomba antar TK (menari, menggambar,senam, bola keranjang, dan entah apa lagi aku kok gak hafal ya?) sekaligus gelar bazaar.

Secara, Xti sudah nggak TK lagi; jadi dia bukannya tertarik untuk nonton lomba-lomba itu tapi lebih antusias buat nonton bazaar. Namanya juga anak-anak!
Begitu upacara pembukaan kelar, langsung deh (dengan berbekal uang Rp 10.000,00 dariku) ngabur lagi bareng teman-temannya. Mungkin bakalan susah ya, dengan uang segitu dia bisa beli macam-macam yang dia suka dan inginkan. Bagaimanapun, aku sudah wanti-wanti agar uang itu dibelikan sesuatu yang benar-benar diinginkan tapi tidak boleh over budget. Aku sih maunya dia belajar bertanggung jawab seberapun nilai uang yang dia punya. Yang menyenangkan buat Xti adalah hari ini dia boleh membeli sesuai keinginannya: bebas, apa saja, bukan atas dasar rekomendasiku, ibunya.

Kira-kira 1 jam kemudian Xti sudah nongol lagi di hadapanku dengan wajah senang dan puas. Tahu tidak apa yang dia beli? Semacam lumpur buatan sejenis jelly berwarna merah seharga tepat sepuluh ribu rupiah. Gak ada sisa sedikitpun untuk bisa dimasukkan ke dalam celengannya di rumah. Btw, ya sudahlah... bukannya hari ini aku sudah memberi kebebasan tanpa embel-embel apapun?

Aku sendiri memilih untuk membeli tas tenteng kecil dari bekas pembungkus refill cairan pembersih lantai. Kan mendukung program daur ulang? Harganya pun cukup murah dengan ide yang direalisasikan dalam tas itu, dua puluh ribu rupiah. Selain itu juga: unik!

Intinya aku juga mau bertenggang rasa dengan anakku: beli barang sesuai dengan keinginan dengan dana yang sudah ditentukan. Gak adil bukan, kalau aku bebas beli ini itu sementara Xti tidak? BERHASIL!!!

Jumat, 20 Maret 2009

Pasar Jumat Perth

Pagi-pagi setelah antar Xti sekolah, niatnya mau ke pasar. Persediaan kulkas sudah menipis. Apa mau dikata, termakan juga bujuk rayuan mami-mami yang lain, ke perth yuuk... (Perth: Singkatan keren Pertanian; tiap hari Jumat dari jam 7 pagi sampai 3 sore ada "pasar" dadakan, ada yang kasih istilah Sogo Jongkok, Pasar Jumat Pertanian, PJ Perth, apa lagi gak tahu aku...). Barang yang dijual juga beraneka ragam, dari makanan ringan sampai makanan berat, dari pernik-pernik mungil sampai barang pecah belah, dari celana dalam sampai celana panjang..., kaos kaki, sepatu, seprei... pokoke seperti isi mall deh... Satu hal yang membuat istimewa adalah harga barang yang dijual lumayan miring alias murah meriah. Memang dari segi kualitas tidak setara mall kaum bourjouis, setara harganya: serba kelas satu, serba asli (padahal juga belum tentu, paling KW1 gitu). Pemakai setia Tupperware? Ada!

Sampai di sana sudah rame pengunjung, padahal masih jam 7.30WIB. Langsung deh nyamperin blok buah; kalau pagi-pagi masih banyak pilihan dan seger-seger. Nanas Subangnya bisa segedhe kepala kita. Kelar dari beli buah semua setuju kalau isi perut dulu. Siapa takut? Aku pesen soto Lamongan yang notabene my favourite! Apalagi kalau isinya lengkap dengan jerohan dan uritan ayam (ngeri ya? Gak setiap hari ini) yang kenyil-kenyil empuk. Belum lagi sarat dengan taburan poyah gurih dan sambel super pedes, wuiih... lekker! Atau mau yoghurt Bandung? Enak lho!

Di sini kalau mau gudeg Yogya juga ada lho! Lainnya nasi Kapau, ketoprak, gado-gado, bahkan pecel yang sayurnya lengkap: kecipir, bunga turi, daun paya, kenikir, taoge, bayem. Masih plus rempeyek kacang/teri dan lentho goreng. Bagi yang doyan kambing ada sate, gule, dan sup kambing. Fast food ala Jepang: Hoka-Hoka Bento juga ambil partisipasi. Pokoknya banyak deh!
Mau kudapan saja? Banyaaak... Mendoan dan lumpia semarang yang langsung goreng, jajan pasar sampai produk ala bakery juga lengkap. Ingat suami, nyangking pecel 2 porsi.

Kenyang. Musti jalan lagi nih biar makanannya gak mandeg kelipat perut. Sekalian cuci mata, kali-kali saja ada yang cocok di hati sekaligus di kantong. Ada keset home sweet home tapi yang reject. Murah, mulai dari Rp 7.500 sampai Rp 12.500 saja. Seorang teman sempat membeli beberapa set seprei untuk oleh-oleh. Aku sih standar, ibu-ibu; langsung mikir ke anak. Aku beli pensil yang seribu isi 3, kaos kaki yang sepuluh ribu dapat 3, lucu-lucu lagi! Juga terusan bahan kaos motif bunga-bunga biru pink seharga Rp 20.000. Terakhir beberapa helai sarung bantal buat ganti-ganti. Sudah. Biasanya kalo lagi niat banget, tentenganku lebih banyak dari itu: yang daun pakis, keong sawah, bunga pepaya, krupuk ikan... banyak deh! Bahkan ada teman yang setiap ke Perth, selalu beli tanaman hias; secara lokasi Perth ini memang tempat mangkalnya kios tanaman hias.

Satu hal yang pasti: gak boleh setiap Jumat ke Perth, bisa bikin kantong jebol!